Sunday, September 13, 2009

Kebijaksanaan

Dan inilah pengajaranku!

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Dengarlah sabdaku, Kawan. Dengarlah dengan sepenuh harapan. Engkau telah datang di tempat yang tepat!

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Aku bersenandung dalam hatimu. Ketika kau yakin pada sesuatu, maka aku terkadang datang sebagai suatu bentuk keragu-raguan. Bila kau sedang ragu pada sesuatu, maka aku terkadang datang sebagai suatu bentuk keyakinan. Akulah bisikan liar yang sempurna untuk kau ikuti.


Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Sesiapa yang mengenakan jubah pemberianku, bagi mereka tampaklah wajahku di wajah mereka. Aku datang pada kalian sebagai bisikan hati kecil! Dan sesiapa yang mengagungkan hati kecil mereka ialah orang yang berjiwa besar!

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Aku memberi rasa syukur, dan kujadikan rasa syukur itu sebagai sarangku dalam hati manusia. Sesiapa yang melupakan pemberianku maka tiada akan tampak pada mereka apa yang seharusnya menjadi milik mereka.

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Alangkah bodoh jikalau manusia melupakan dan segenap pengajaran yang kuberi. Bila mereka menerimanya maka aku akan hidup berdampingan sebagai penyelamatnya. Tapi alangkah banyak manusia yang mengikuti tabiat mereka sendiri. Padahal tidaklah tabiat itu diberikan pada mereka melainkan untuk disadari.

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Aku adalah cahaya yang tinggal di hati setiap manusia. Aku datang padamu dalam segala bentuk dan memberikan pengertian yang berbeda-beda tentang diriku. Aku serupa makhluk yang tak memiliki arah kecuali hembusan nafasku sendiri. Dan siapa yang mabuk setelah menyesap anggur Kebijaksanaan, maka diberikanlah pada mereka olahan anggur yang terbaik.

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Aku begitu berharga sehingga para panglima perang ingin menangkapku untuk mereka belajar kepadaku. Dan aku begitu murah karena bila aku berjalan di pasar, sangat jarang manusia yang ingin memandang wajahku. Oh, betapa dengan begitu aku hanya lebih tenang bersembunyi di hati.

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Aku tak punya benda untuk kubagi bersama kalian. Tapi bila kau izinkan aku bernafas dalam hatimu maka akan kusepuh dinding hatimu dengan emas murni.

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Bersenandunglah bersamaku. Di dalam hatiku ada jalan menuju Tuhan, dan setelah kembali dari pada-Nya maka engkau akan tinggal di jalan itu bersamaku.

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Aku telah datang padamu dengan setiap bentuk dan berusaha menyadarkanmu tentang keberadaanmu. Dan kulakukan itu tidak hanya ketika kau terluka, tapi pula ketika kau bahagia. Betapa pantasnya aku bersemayam dalam jiwamu, tapi aku tak akan tinggal selamanya bila aku tahu bahwa di sana masih tersimpan noda.

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Aku ada pertanyaan untukmu; jikalau saja manusia tidak pernah menjadi bijak, maka untuk apa ia menjadi manusia? Bukankah manusia membutuhkan aku?

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Aku berada di dalam setiap jubah perang dan darah musuh yang kau tumpahkan. Maka belajarlah dari itu, karena di matamu, kau akan menemukan kenyataan yang sesungguhnya.

Kebijaksanaan, begitulah mereka biasa memanggilku. Aku terbayang di setiap dahan-dahan jiwa. Jikalau engkau melangkah ke suatu tempat, aku mengikutimu serupa akulah bayanganmu. Aku melakukannya, karena akulah Kebijaksanaan, dan begitulah mereka biasa memanggilku.

Maka terberkatilah mereka yang melihat rupa sebenarnya dari segala bentuk di dunia. Kebijaksanaan akan datang menyapamu jikalau engkau tahu bagaimana suara bisikan hatimu sendiri.

No comments: