Sunday, September 13, 2009

Keselamatan

Puji Tuhan yang memberiku nama Keselamatan.

Mari kawan, berteduhlah di sini, tak ada paksaan bagimu untuk datang, namun inilah tempat yang selalu kalian cari-cari.

Hum. Betapa senang hatiku, betapa riang hatiku. Kalian datanglah ke sini dan saksikanlah wajahku yang mempesona. Tak perlu ada yang kalian lakukan selain melakukan yang kalian inginkan. Namun lakukan itu dengan hati yang suci karena aku tak punya dendam dan aku bermain dengan adil.

Aku berkilah tentang diri-Nya. Dan sabdaku berkisar tentang pengabdian kepada-Nya.

Dengarlah ceritaku wahai kawan. Apakah kalian pernah menemukan wajahku? 'Benar' tentu saja jawabannya. Namaku adalah nama dari setiap agama. Wajahku adalah wajah setiap agama. Dan langkahku adalah langkah setiap agama. Karena itu, panggillah aku sekali lagi ‘Keselamatan’.

Panggil aku Agama, tapi aku lebih senang mendengar Keselamatan. Aku sudah ada sebelum Yang Suci Nan Terpilih lahir ke dunia. Aku ada di setiap benua, di setiap peradaban, dan di setiap masa.

Aku menawarkan kepada kalian segala benda yang dibutuhkan rumah yang ada di balik dada kalian. Semuanya berkilauan, tapi kalian harus memilah. Tak ada keterpaksaan dalam pemberianku. Terimalah, atau tidak. Tuhan tidak mewajibkanku untuk memaksa kalian.

Ketika Tuhan menciptakan aku, Dia memberikan aku perhiasan dan jubah yang rapuh. Kulitku adalah wahyu; begitu halus dan sangat terjaga; namun ketika manusia memolesnya, akan kulitku mengelupas. Bola mataku adalah sabda; mereka yang tak mampu menatapnya kemudian menengok pantulannya di telaga, beberapa yang lain melukisnya kemudian menyembahnya. Suaraku adalah ramalan yang telah melahirkan musik-musik indah; dan begitulah manusia; ada yang mendengar, ada pula yang tuli. Namun aku tetap berdiri untuk manusia, karena aku tahu bahwa kemurnianku terjaga dalam hati.

Kukatakan kepadamu, aku bisa datang dengan sendiriku atau mereka menyebut namaku sambil berdusta. Mereka menganggap dirinya sebagai wakilku di muka bumi, menyerukan namaku dengan mengaku sebagai manusia suci; maka ketahuilah, beberapa di antara mereka adalah musuh yang nyata. Kusadari ini; aku hamba yang begitu lemah. Maka aku selalu bersabar dan seluruh urusan tentang diriku akan kuserahkan kepada Tuhan. Tapi rohku akan tetap suci, karena begitulah Takdir menyebut namaku di Loh Keabadian.

Manusia dapat mengganti jubahku tapi tak dapat menggores kulitku. Kuserukan padamu! Berikan belati! Berikan roti! Berikan anggur! Berikan salib! Berikan dongeng! Berikan api! Berikan berhala! Namun aku tetaplah Keselamatan walaupun kalian mencoba mengganti diriku.

Hampir semuanya yang aku kenakan ialah kebijaksanaan yang dikerjakan manusia. Tolehlah kepada wajah ini dan ceritakan padaku dengan kilahan yang lebih semarak daripada api. Beberapa di antaranya akan kau temukan pelbagai rupa yang lebih buruk daripada wajah binatang; namun jika mata hatimu terbuka, maka pandanglah wajah sebenar dari diriku, karena akan kau temukan yang sejujurnya tentang jalan itu.

Maka inilah kebahagiaan sekaligus kesedihanku. Sekali-kali tiada aku berpaling dari kenyataan yang menimpaku. Sesungguhnya agama itu berada dalam keadaan yang rapuh, tapi nafas Keselamatan akan tetap berhembus.

Ini adalah rohku. Jalan yang dipilihkan Tuhan untuk kalian lalui. Akulah yang dilewati jika kalian ingin mencapai-Nya. Aku adalah salah satu sifat-Nya. Maka demi diriku, mari kita memuji untuk-Nya.

Sebelum terlahir, hatimu pernah kubasuh dengan darahku. Maka biarkan tanganku menyentuhnya sekali lagi agar senandungku hadir bersamamu untuk berjalan. Atau tidak, maka dengan begitu, kau akan selalu mencariku dengan inti hati yang telah dipasang Tuhan kepadamu.

Aku berasal dari kota yang sangat suci. Sebagai yang terpilih di antara para malaikat yang gemilang. Jubahku adalah kecintaan Tuhan. Langkahku serupa wewangian yang tak pernah berhenti memanjakan penciuman kalian. Dan dengan itu, Tuhan memilihkan nama untukku. Betapa aku senang dengan kehormatan ini. Nama Ilahi dibiarkan-Nya berjalan menghampiriku dan memelukku di tempat yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Dan di manapun aku berjalan, dan bila aku memandang ke belakang, maka akan kupandang jejakku yang menjadi cahaya sejati di dunia.

Tuhan memberiku kunci menuju pintu-Nya. Maka bagi mereka yang tak mengkhianatiku, akan kubukakan pintu dengan suka rela.

Begitu banyak yang pernah datang. Kisah ini tak akan pernah berhenti. Semuanya jelas! Semuanya adalah wakil Tuhan yang datang untuk menyerukan namaku agar jika kalian mengingatnya, maka aku akan berlari sepenuh kerinduan menghampiri kalian. Sungguh aku adalah tamu yang sangat pantas untuk kalian sambut di mana saja engkau berada.

Berjalanlah di belakangku! Memelukku, ianya jadikanlah tujuanmu! Karena hanya dengan begitu kalian dapat menengok wajah Tuhan yang penuh cinta kepadamu.

Selalulah persembahkan budak setia yaitu para malaikat yang akan menjaga setiap kali kalian menyebut namaku di rumah-rumah tetanggamu, kerabatmu, saudara-saudarimu, dan teruntuk ayah bundamu. Percayakan padaku. Dengan namaku yang mengikut berkah Tuhan di bibirmu, para malaikat akan menjaga, dan tercatatkanlah amalan.

Terlepas dari semua borok-borok yang melekat pada wajah agama, aku tetap pantas untuk diperjuangkan. Akulah Keselamatan, siapa yang mencoba menghindar dariku akan menyesal sepanjang hayat. Kukatakan padamu tentang satu sabda ini, karena aku tetap bersarang di hati yang suci. Manusia selalu berbelok dan berpaling. Padahal jika saja mereka mendengar, para nabi akan tersenyum.

Kukatakan sekali lagi. Aku bersarang di hati yang suci. Aku bagaikan api yang dijaga para raksasa yang hidup di gua. Dan mereka menjagaku dari tangan-tangan manusia yang di hatinya ada rasa iri.

Mereka selalu datang untuk mencoba membawaku agar aku dapat hidup berdampingan dan sejalan dengan kalian di tengah umat manusia. Namun sungguh bangsa manusia benar-benar diciptakan untuk lupa; manusia menyalib, mendera, menggantung, membunuh, merajam, melempari mereka yang di pundaknya membawa kabar gembira – karena manusia hanya mengetahui apa yang mereka alami. Aduhai, semoga pengampunan Tuhan datang kepada mereka, dan aku tetap mencintai manusia karena akulah Keselamatan.

Betapa agama yang sebenarnya hanya diketahui oleh hati yang rahasianya dijaga oleh rahasia dan menyembunyikan yang terdalam. Maka jangan pernah mengeluh jika Yang Terpilih melakukan apa yang tidak pernah kau lakukan. Ikutilah! Sesungguhnya Yang Terpilih telah diberi kekuatan untuk mengetahui rahasia dari segala rahasia.

Biarkan agama menjadi salju di matahari! Biarkan agama menjadi bahtera di gunung! Biarkan agama menjadi kunci di padang! Sesungguhnya mereka tak akan mengerti. Karena apa yang mereka lihat, hanya itulah yang mereka percayai. Kukatakan padamu hari ini, ambillah apa yang lebih baik untukmu!

Agama merupakan jiwa terdalam dari setiap hukum yang berada di dunia. Di manapun kamu berada, di kala telingamu mendengar nada-nada, di kala matamu melihat warna dan cahaya, di kala segala sesuatu menyelimutimu, di sanalah terdapat agama. Agama adalah cahaya dan ia adalah sesuatu yang bergerak. Dan rahasia agama ketika namanya dihilangkan di dalam namanya maka akan terbentuk nama Tuhan. Itulah agama sejati! Itulah agama alam semesta.

Dan panggil aku agama, namun aku lebih menyukai Keselamatan. Aku lahir di dunia ini dalam rupa yang indah. Aku datang padamu di setiap bentuk. Aku turun di malam seribu kilauan rembulan untuk membangkitkan para penyair agar mereka bersajak sepanjang malam. Aku turun dan dibawa oleh para malaikat di malam itu sebagai simbol kekuatan.

Keselamatan, Agama, Kekuatan, itulah namaku. Maka siapa yang menyampaikan aku pada tetangganya, maka aku akan mencelupkan hatinya dalam belanga madu Tuhan.

Maka terberkatilah mereka yang tidak melakukan apa-apa selain membawa cahaya Keselamatan di dunia, dan pula bagi mereka yang tahu bahwa Kebenaran semu yang dipaksakan adalah kejam. Karena sesungguhnya mereka itulah orang yang paling taat beragama dan begitu mencintai tetangganya, lalu mereka tak mendapatkan apa-apa selain berlipat-lipat dari apa yang pernah mereka berikan.

No comments: